Maranehna...


Sikap sebagian mereka terhadap orang Islam...

QS Ali 'Imran, 69-72.
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya. (69)
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah [202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya). (70)
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil [203], dan menyembunyikan kebenaran [204], padahal kamu mengetahuinya? (71)

Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). (72)...
[202]. Yakni: ayat-ayat Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam.
[203]. Yaitu: menutupi firman-firman Allah yang termaktub dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat mereka (Ahli Kitab) sendiri.
[204]. Maksudnya: kebenaran tentang kenabian Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam yang tersebut dalam Taurat & Injil. 

It's clear! 
It's sunnatullah... it's forever... []


 Baca Quran yuk!


Cari di Al Quran

 kata..
-atau-

Download Terjemahan Al Quran 30 Juz
(al_quran_v2.1.zip)

...siaranalhayat.com?

Sekilas...
  1. Akar "Ketidaksukaan" mereka...
  2. "Dialog" adalah cara awal, dengan harapan minimal mereka mendapat "pengakuan" walaupun cara yang mereka pakai cenderung "memaksa & dipaksa-paksakan".
  3. Karena tidak (akan pernah) puas... selanjutnya mereka memakai cara yang cenderung "menyerang" seperti yang ada di situs "Faith Freedom".
  4. Q2.120 atau bahkan Q3.118!

Tentang http://siaranalhayat.com/...
The Point:
Keselamatan Karena Anugerah

”Anda meletakkan pengharapanmu pada syariah! Tetapi engkau tidak pernah bisa melakukannya dengan sempurna. Engkau tidak berdoa lima kali sehari. Engkau tidak berpuasa secara konsisten selama bulan Ramadhan. Engkau mengkalkulasi pajak religiusnya dan sedekahmu untuk keuntunganmu sendiri. Dan bagaimana hubunganmu dengan isterimu, anak-anakmu dan para bawahanmu? Hukum yang olehnya engkau meletakkan keyakinanmu, akan menghakimi engkau. Karena syariah, maka tidak bisa ditawar-tawar lagi, engkau akan mendarat di neraka. Kami orang-orang Kristen tidaklah lebih baik dibandingkan kalian orang-orang Muslim! Namun demikian, kami “membangun pengharapan” kami bukan berdasarkan hukum, tetapi berdasarkan "anugerah Yesus Kristus”. Berdasarkan syariah, anak akan dihakimi, tetapi berdasarkan anugerah Yesus, kami akan diselamatkan!”
…itulah yang "diketahui” dan yang "diharapkan”nya.


Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran... (Q6.70)

Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (Q23.117)

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (Q15:2)


Lagi...

Saya hanya berpesan, ”Jangan sampai Anda yang sudah setiap saat menyeru ‘Tuhan... Tuhan...', tetapi Anda sendiri tidak selamat.” karena Anda telah salah dalam menentukan dan menilai "tuhan". Bahkan Isa Almasih (Nabi dan Rasul Isa alaihis salam) pun akan berlepas diri dari mereka yang "mempertuhankan" Beliau alaihis salam di Hari Penghakiman kelak.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di Sorga.” (Matius 7: 21)


Lebih lanjut tentang siaran-alhayat, klik di sini! (...jangan dibaca kalau nggak perlu-perlu amat!)

Shirathalmustaqiim?

http://temp-zzz.blogspot.com/2013/03/shirathalmustaqiim.html 

Akhir Zaman... Keselamatan HANYA melalui pintu kerasulan Muhammad shallallahu'alaihi wasallam
...Q3.19,  Q3.85 dan Q2.132!

Jalan yang Lurus...

QS Yaasiin 60-62... "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu, hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah JALAN yang LURUS. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu, maka apakah kamu tidak memikirkan?

QS Al A'raaf ...16-17...
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari JALAN Engkau yang LURUS, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)"

QS Ali 'Imran 67... Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang LURUS lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

QS Ali 'Imran 95... Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang LURUS, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

QS Maryam 36... Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah JALAN yang LURUS.
24. An Nuur 46... Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada JALAN yang LURUS.

Inilah Fitrah...
QS Ar Ruum 30... "Maka hadapkanlah wajahmu dengan LURUS kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama (tauhid) yang LURUS; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui..."

Bacalah...!!!

Syari'at..?
QS Al Hajj 67... Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada JALAN yang LURUS.
QS Al Hujuraat 13... Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling TAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
>>>Ta'atlah! Bertaqwalah! jangan enggan apalagi sampai memperoloknya!


Ini bukan syari'at-Nya...
Perayaan (ritual) asyura, mengagungkan kuburan; beribadah di kuburan; berdo'a kepada penghuni kubur; menyembah kuburan yang bisa menyeret pelakunya menjadi musyrik; dst!


Dari setetes/setitik air mani yang terpilih?
QS Al Qiyaamah 36-37... "Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?" Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), ..."
QS Yaasiin 77... "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!"
QS Al Insaan (Manusia) 1-3... Bismillahirrahmanirrahiim "Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak MENGUJINYA (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya JALAN yang LURUS; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir...
Click to ENLARGE!
Link terkait:

Trinitas, Doktrin Buatan Gereja

Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

Di tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas tentang Paskah sebagai pondasi bagi ketuhanan Yesus. Di mana perayaan Paskah lebih penting ketimbang Natal. Jika Natal adalah tentang tanggal kelahiran Yesus. Sedangkan Paskah berbicara tentang penebusan dosa dan kebangkitan. Tanpa kematian Yesus, maka tidak ada penebusan dosa, tanpa kebangkitan maka Yesus bukan Tuhan.

Agama Kristen dewasa ini (mengapa saya menggunakan kata ‘dewasa ini’, uraian di bawah akan menjelaskan) beranggapan bahwa Tuhan adalah tiga dalam satu atau satu dalam tiga. Ketiganya adalah Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Agama Kristen memegang kuat pendapat bahwa masing-masing dari ketiganya sebagai Tuhan dan ketiganya bersama-sama menjadi Tuhan. Doktrin ini yang disebut sebagai TRINITAS yang juga diyakini oleh sebagian mereka umat Kristen sebagai doktrin misterius bahkan tak berlebihan jika disebut misteri dari segala misteri.

Namun pihak Kristen akan membantah keraguan tentang TRINITAS dan membela mati-matian doktrin ini. Sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh para pendukung Trinitas: Apakah doktrin Trinitas diajarkan dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?

Dalam Perjanjian Lama

The Encyclopedia of Religion menuliskan: “Para teolog dewasa ini setuju bahwa AlKitab Ibrani (Perjanjian Lama) tidak memuat doktrin tentang Tritunggal”.

New Catholic Encyclopedia mengakui: “Doktrin Tritunggal tidak diajarkan dalam Perjanjian Lama”.

Imam Jesuit Edmund Fortman dalam bukunya The Triune God juga mengakui: “Perjanjian Lama…tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus…. Bahkan mencari di dalam “Perjanjian Lama” kesan-kesan atau gambaran di muka atau ‘tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci

Dalam Perjanjian Baru

The Encyclopedia of Religion mengatakan: “Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal”.

Imam Jesuit Fortman menegaskan: “Para penulis Perjanjian Baru…tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara. …Di manapun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam keilahian yang sama”.

The New Encyclopedia Britannica mengatakan: “Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru”.

Bernhard Lohse dalam A Short History of Christian Doctrine menegaskan: "Sejauh ini menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual”.

The New International Dictionary of New Testament Theology dan teolog Karl Barth mengatakan: “Perjanjian Baru tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan”. "AlKitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama".
Perjanjian Lama tegas Monoteistik. Allah adalah pribadi tunggal (bukan Tritunggal). Tentang hal ini tidak ada pemisahan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ajaran Monoteistik terus berlanjut, dan Yesus lahir sebagai orang Yahudi. Ajarannya memiliki inti Yahudi (Allah tunggal); Benar dia mengajarkan sebuah Injil baru tetapi bukan sebuah teologi baru. (L.L. Paine, A Critical History of the Evolution of Trinitarianism, Boston 1902)
Jadi, dari ke-39 kitab Ibrani (Perjanjian Lama), maupun ke-27 kitab Yunani Kristen (Perjanjian Baru), seluruh pasal dan ayat-ayat AlKitab sama sekali tidak ada yang memuat ajaran Trinitas!
Para sejarawan dan teolog pun menolak keberadaan doktrin tersebut. “Kepercayaan tentang Allah yang terdiri dari beberapa pribadi (Tritunggal) keluar dari konsep Allah Yang Esa…”. Chief Rabbi J.H. Herzt, Pentateuch and Haftorahs, London, 1960.

Demikian bantahan terhadap Doktrin TRINITAS yang berasal dari mereka sendiri. Dari pendapat-pendapat para sejarawan dan teolog tersebut secara umum kita dapat simpulkan, bahwa Doktrin Trinitas tidak berdasar pada Bibel sebagai kitab suci umat Kristen. Namun lebih berupa doktrin yang dibuat oleh Gereja yang diputuskan sebelum akhir abad ke-4, tepatnya yakni pada saat Konsili Nicea tahun 325M.

Membedah Doktrin Trinitas

Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

Konsep Trinitas dalam agama Kristen sama sekali tidak mempunyai landasan secara Biblikal. Doktrin Trinitas tidak ada dalam Perjanjian Lama, tidak ada dalam Perjanjian Baru dan orang-orang Kristen awal pun belum mengenal konsep ini. Namun umat Kristen terutama pihak gereja tetap bersikukuh dengan pembelaan-pembelaannya yang akan kita patahkan dalam pembahasan kali ini.

Pembelaan pertama, Trinitas
  • Kalau Allah itu bukan tiga pribadi dalam satu hakikat (trinitas), mengapa ada tertulis di AlKitab: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
Ayat tersebut di atas adalah berasal dari 1 Yohanes 5:7. Tentang ayat ini para teolog Kristen mengatakan demikian:

Charles C. Ryrie dalam buku Teologi Dasar I hal.70 menuliskan bahwa 1 Yohanes 5:7 jelas bukan bagian dari teks asli Kitab Suci. Teolog Dr. Herbert W. Amstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius (pelopor Arianisme), dan umat Allah.

Dua teolog ternama lain, Edward Gibbon dan Richard Porson, dari penelitian mereka sama-sama sepakat bahwa ayat 1 Yohanes 5:7 baru pertama kali dimasukkan oleh Gereja ke dalam Alkitab tahun 400 Masehi (Secrets of Mount Sinai, James Bentley, hlm.30-33). Karena kuatnya bukti-bukti ‘pemalsuan’ ayat ini, maka dalam edisi-edisi Alkitab baru bahasa Inggris seperti The Revised Standart Version, The New Revised Standart Version, The New American Standart Bible, The New English Bible, The Philips Modern English Bible, dan lain-lain, para sarjana Alkitab meniadakan ayat itu dalam terjemahan mereka. Hanya King James Version yang masih mencantumkan ayat ‘palsu’ tersebut.

Pembelaan kedua, Menghidupakan Orang Mati
  • Kalau Yesus itu bukan Allah sejati, mengapa Al Kitab mencatat bahwa dia berkuasa menghidupkan orang mati, mengampuni dosa manusia, dan membuat berbagai mujizat yang dahsyat?
Allah SWT menurunkan nabi-nabi dan Rasul-Rasul dengan mukjizat yang dimilikinya masing-masing. Sedangkan Nabi Isa a.s., Allah memberikannya mukjizat sebagai tanda kenabian salah satunya adalah menghidupkan orang mati. Maka kemampuan ‘menghidupkan orang mati’ ini tidak bisa dianggap sebagai bukti bahwa nabi Isa a.s. (Yesus) adalah Tuhan.

Petrus juga bisa menghidupkan orang mati. Hal ini terekam dalam Kisah Para Rasul 9:40,
Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
Demikian juga Elisa, mayat-mayat yang kena tulang-tulangnya bisa hidup kembali, 2 Raja 13:20-21,
Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun. Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.
Jika Yesus ‘sakti’ saat masih hidup, sedangkan Elisa ‘sakti’ ketika ia sudah menjadi tulang-belulang alias mati. Nah? Siapa yang lebih hebat? Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka tampaknya Elisa lebih ajaib ketimbang Yesus. Yesus bisa menyembuhkan orang buta, Elisa juga bisa, 2 Raja 6:17, 20.

Pembelaan ke-3, Yesus Disembah
  • Mengapa Al Kitab mencatat berulang-ulang kali bahwa Yesus disembah? Bukankah hanya Allah saja yang patut disembah?
Banyak ayat-ayat dalam Bibel yang menyatakan bahwa Yesus disembah. Ayat-ayat itu antara lain: Matius 2: 2,8,11 ; Matius 8:2 ; Matius 9:18 ; Matius 14:33 ; Matius 15:25 ; Matius 28:9 ; Lukas 24:52 ; Ibrani 1:6.

Tapi yang perlu diperjelas di sini adalah, ‘disembah’ dalam makna apa? Ini adalah permasalahan bahasa. Apakah Yesus disembah seperti orang menyembah Allah yang sejati? Dalam bahasa Yunani, kata ‘menyembah’ yang sering dipakai itu adalah ‘proskuneo’. Proskuneo mempunyai arti ‘menyembah’ dalam makna ‘menghormat’. Kata ini juga biasa digunakan untuk orang-orang yang berkedudukan tinggi.

Sedangkan penyembahan kepada Allah sejati, kata Yunani yang digunakan adalah ‘latruo’, yang lebih bermakna menyembah dalam arti beribadah. Yesus sebagai orang yang berkedudukan tinggi, nabi Allah maka layak untuk mendapat ‘proskuneo’ dari banyak orang. Sehingga penggunaan kata ‘menyembah’ (proskuneo) yang seharusnya lebih tepat diterjemahkan sebagai ‘menghormat’ terhadap Yesus, tidak bisa dijadikan bukti bahwa Yesus adalah Allah sejati. Ini adalah masalah kesalahpahaman dalam penafsiran. Dan sebagai catatan, bahwa LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) dalam menterjemahkan kata ‘proskuneo’ dan ‘latruo’ sama-sama diterjemahkan dengan kata ’menyembah’.


Pembelaan ke-4, Yesus Satu Hakikat dengan Bapa
  • Dalam Yohanes 10:30, di ayat ini Yesus berkata “Aku dan Bapa adalah satu”. Satu artinya satu hakikat, berarti Yesus itu ya Allah sejati karena satu hakikat dengan Bapa.
Untuk memahami ayat Yohanes 10:30 perlu melihat kembali ayat-ayat sebelumnya terutama Yohanes 10:25 yang berbicara bahwa Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam nama Bapa/Allah. Sebenarnya hal ini mudah dipahami dan bukan sesuatu yang ‘wah’, yang hebat. Mengapa demikian? Karena setiap kali melakukan pekerjaan apapun kita sebagai Muslim, memulainya dengan mengucap ‘Bismillah’ (dengan nama Allah). Dan seorang Muslim tidak lantas menjadi Allah itu sendiri ketika menyebutkan Basmallah. Maka ‘satu’ di sini menyatakan ‘bersatu’ dalam arti kias karena apa yang dilakukan oleh Yesus sebagai Nabi Allah tentu tak lepas dari wahyu Allah dan bukan kehendak pribadi.

Dan ayat-ayat setelah Yohanes 10:30 justru Yesus dengan tegas menyatakan diri bahwa kata-katanya bukanlah sebuah pengakuan bahwa dirinya adalah Allah.

Yohanes 10:36, Mengapa kalian mengatakan Aku menghujat Allah karena berkata Aku Anak Allah? Padahal Aku dipilih oleh Bapa dan diutus ke dunia.

Mengenai ayat Yohanes 10:30, John Calvin seorang tokoh Kristen penganut Trinitas, dalam buku Commentary on the Gospel According to John berkata: “orang-orang zaman dulu menyalahgunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa Kristus adalah dari zat yang sama dengan sang Bapa”.

Pembelaan ke-5, Tomas Menyebut Yesus Tuhan
  • Kalau Yesus bukanlah Allah, mengapa Tomas sebagai murid Yesus berkata: “Ya Tuhan dan Allahku!”?
Jika mengikuti alur cerita dalam Bibel yang disebutkan dalam Injil Yohanes, maka urutannya adalah: Yesus disalib dan mati – pada hari ketiga Yesus bangkit – kabar kebangkitan diceritakan pada Tomas. Tomas meragukan kebangkitan Yesus yang telah diceritakan oleh teman-temannya hingga ia sampai berkata:

"Kalau saya belum melihat bekas paku pada tangan-Nya, belum menaruh jari saya pada bekas-bekas luka paku itu dan belum menaruh tangan saya pada lambung-Nya, sekali-kali saya tidak mau percaya." (Yohanes 20:25)

Dari kisah Bibel ini bisa dipahami bahwa Tomas dan murid-murid yang lain yakin betul Yesus telah benar-benar mati ketika disalib. Murid-murid yang lain percaya Yesus bangkit, tetapi Tomas tidak percaya. Nah, sebagai orang yang kenal betul tentang siapa Yesus, dan seandainya Tomas dan murid-murid telah mengenal Yesus sebagai Allah sejati, tentunya mereka tidak perlu cemas atau tidak percaya tentang kebangkitan Yesus.

Jika Tomas mengenal Yesus sebagai Allah sejati, maka dia tidak akan ragu apakah Yesus bangkit atau tidak, karena mereka dan orang-orang Yahudi paham betul bahwa ALLAH SEJATI TIDAK BISA MATI! Karena tidak bisa mati ya jelas tidak perlu bangkit dari kematian. Keraguan Tomas ‘apakah Yesus bangkit atau tidak’ justru hal itu jelas sekali membuktikan bahwa Tomas telah mengenal Yesus sebagai BUKAN ALLAH SEJATI, alias hanya seorang Nabi, manusia biasa.

Selanjutnya, mari kita perhatikan konteks ayat Yohanes 20:28 itu. Dalam keadaan tidak percaya pada kabar berita kebangkitan Yesus, tiba-tiba Tomas melihat di depan mata kepalanya sendiri bahwa Yesus benar-benar bangkit sehingga seketika Tomas menjadi terkejut dan berseru "Ya Tuhan dan Allahku!”. Saat orang terkejut melihat tsunami yang sangat dahsyat, orang itu berkata “Ya Tuhan dan Allahku!” bukan berarti gelombang tsunami itu adalah Tuhan atau Allahnya, bukan? Ucapan “Ya Tuhan dan Allahku!” itu adalah sebuah ekspresi keterkejutan.

Pembelaan ke-6, Yesus Menciptakan Alam Semesta?
  • Dalam Ibrani 1:2, Kolose 1:16 dan Yohanes 1:3 disebutkan peran-peran Yesus sebagai pencipta, bukankah itu berarti Yesus adalah Allah sejati?
Ayat-ayat diatas perlu sekali diperbandingkan dengan Wahyu 3:14 di mana disitu Yesus dikatakan sebagai ‘ciptaan’ Allah. Dalam Kolose 1:15, Yesus disebut sebagai ciptaan sulung. Membingungkan memang, bahwa menurut Bibel Yesus ternyata adalah pencipta manusia dan alam semesta dan ini hanya terdapat di Perjanjian Baru. Sedangkan dalam ayat lain terutama di Perjanjian Lama, Sang Pencipta adalah Yahweh.

Apa yang diperbuat Yesus tidaklah berasal dari kuasanya sendiri, tapi Yesus TELAH DIBERI KUASA oleh Allah-nya. Hal ini tertulis sangat jelas dalam Matius 28:18.

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku [kepada Yesus] telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi"

Maka makin jelaslah bahwa ayat-ayat dalam Bibel tidak pernah menyebut bahwa Yesus adalah Allah. Justru ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa Yesus adalah manusia, mahluk ciptaan bukan sang pencipta.

Kerudung dalam Tradisi Yahudi & Kristen

Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

Menarik sekali statemen Menteri Dalam Negeri Italia Giulliano Amato, beberapa waktu lalu menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia yang menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia. Ia mengatakan demikian, "Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya untuk menentang kerudung kaum Muslimah?"

Dan Amato menambahkan, "Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung. Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini."

Wanita memakai busana longgar panjang dari leher hingga kaki dan memakai kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah. Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung. Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandang-an kedua agama tersebut (Yahudi & Kristen) memandang kerudung (penutup kepala).

Kerudung dalam Tradisi Yahudi 

Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish Woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya mening-galkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang". Dr. Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W. Schneider, 1984, hal 237)

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W. Schneider, 1984, hal. 238-239).

Kerudung dalam Tradisi Kristen

Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakaian biarawati adalah jilbab, pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolcemaria). Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada ber-ubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.

Padahal menutup kepala atau berkerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebe-lum Nabi Muhammad SAW.

I Korintus 11:5, Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perem-puan yang dicukur rambutnya.

I Korintus 11:13, Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepa-da Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atau Paulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat ber-ada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M. Henning, 1974, hal 272).[]