Janganlah sampai kita termasuk orang yang "enggan"

Kesombongan...
Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan (walau) sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR Muslim)

"Menolak kebenaran" adalah enggan atau mengingkari (kafir) dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya. Sedangkan "meremehkan orang lain" adalah merendahkan, memandang orang lain tidak ada apa-apanya dan melihat dirinya lebih dibandingkan orang lain. (Syarh Riyadus Shaalihin, II/301, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, cet Daar Ibnu Haitsam)

Iblis dilaknat Allah subhanahu wa ta'ala karena ia berlaku sombong, ia enggan untuk memenuhi perintah-Nya karena merasa lebih baik dari Adam alaihis salam...

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, 'Sujudlah kalian kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan ia termasuk golongan yang kafir“ (QS Al Baqarah 34)

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, 'Bersujudlah kamu kepada Adam', maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?' Menjawab iblis, 'Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah." (QS Al A'raaf 11-12)

Janganlah "enggan"!

Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan (untuk masuk surga)?”. Beliau menjawab, “Barang siapa yang taat padaku maka ia akan masuk surga, dan barang siapa yang tidak mentaatiku berarti ia telah enggan (untuk masuk surga)”. (HR Bukhari)

Dan karena...

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (surga) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Al Qashash 83) 

Alhamdulillah...

Yang artinya "Segala puji hanya milik Allah"

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam telah mensyari'atkan dan mencontohkan kepada kita untuk selalu bersyukur dan mengucapkan kalimat yang mulia ini Alhamdulillah...

Allah subhanahu wa ta'ala menjanjikan akan menambah nikmat bagi siapa saja yang mau bersyukur...

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (QS Ibrahim 7)

Alhamdulillah... sederhana sekali, tapi "hanya sedikit" orang yang mampu untuk bersyukur dan diberi kemudahan oleh Allah untuk bisa mengucapkan dengan tulus kalimat ini.

"...Iblis menjawab: 'Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur'." (QS Al 'Araaf 16-17)

Kalimat Alhamdulillah terdapat pada Surat Al Fatihah...

  1. Bismillaahirrahmaanirrahiim
  2. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
  3. Arrahmaani rrahiim
  4. Maaliki yaumiddiin
  5. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
  6. Ihdinash shiraathal mustaqiim
  7. Shiraathal ladziina an‘amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ’alaihim wa ladh dhaalliin

  1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahim (Penyayang)
  2. Segala puji hanya milik (bagi) Allah, Rabb (Pencipta) alam semesta
  3. Yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahim (Penyayang)
  4. Raja/Penguasa di hari ad-Diin Hari Pembalasan/Penghakiman/Kiamat
  5. Hanya kepada-Mu kami menyembah (beribadah), dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan
  6. Tunjukkan (tetapkan) kami kepada Shiraathal Mustaqiim Jalan yang Lurus
  7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat!

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (Q3.19)

Barangsiapa mencari agama selain dari Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Q3.85)

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q3.102)

Surat dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam untuk Kaisar Romawi, Heraclius...

"Bismillahirrahmaanirrahiim, dari Muhammad, Rasulullah, untuk Heraclius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera kepada mereka yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya aku bermaksud mengajak kamu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.' Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: 'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah'."


Baca juga:
Nasehat dan Seruan kepada Pastor-Pastor Kristen.
Masuklah Kalian ke dalam Islam!


Berserahlah... karena ini adalah Jalan Keselamatan!

Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasulpun sebelum engkau (Muhammad) kecuali Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka beribadahlah kepada-Ku" (Q21.24/25)

Curat-coret... (Jangan dibaca!)

Karena saya bukan ahli bahasa...
Karena saya juga bukan ahli tafsir...
Dan saya hanya bisa baca...

Sepenggal kisah Musa a.s. dan Harun a.s. saat diperintah menghadap Fir'aun...

Q20.47-48. Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah: "Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami (pula) bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.

Tuhan menciptakan manusia bukanlah dengan percuma...

Q23.115-117. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.


Referensi (dalil)...

Sumber dalil (sandaran) hukum dalam beragama adalah Quran dan Hadits shahih (bukan Hadits lemah apalagi Hadits palsu yang bayak bertebaran dan banyak dijadikan dalil bagi sebagian muslim). Penggunaan Hadits lemah dan bahkan hadits palsu ini menjadi sumber perselisihan dan bahkan perpecahan.

Lebih salah lagi kalau kita merujuk referensi buatan manusia sekarang yang jauh dari zamannya. Di Indonesia saja, siapa yang tahu persis tentang peristiwa Supersemar?

Sejarah..? Syubhat* sejarah memang sering dipakai senjata oleh mereka yang punya "kepentingan". Sebagai contoh peristiwa Serangan WTC 11 September dan "sebutan" Al Qaeda yang identik dengan nama Arab dan Islam, sekarang saja sudah dijadikan syubhat dan mungkin sampai generasi-generasi seterusnya... "Siapa yang nyerang dan siapa yang diserang?"

*Syubhat: sesuatu yang (dibuat) tidak jelas.

Tapi bagi saya alhamdulillah segalanya insyaAllah telah jelas...
Al Islam adalah laksana permata, semakin digosok semakin bercahaya dan semankin terlihat keindahannya… subhanallah!

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, namun Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir tidak menyukainya (membencinya)." (Q61.5/6/7/8/9)
Syari'at... 

Adapun mengenai syari'at seperti penjelasan tentang ibadah shalat, tentang ibadah shaum (puasa), tentang haji dan tentang muamalah lainnya, bukan di sini tempatnya. Banyak cara untuk mencari tahu (belajar) tentang syariat, misalkan dengan mengaji (berguru/bertanya kepada seorang ulama/yang berilmu) atau dengan membaca buku dan referensi-referensi shahih lainnya. Tapi untuk mencari referensi "sendirian" di dunia maya (internet), diperlukan sikap kehati-hatian! ...bukannya jawaban yang didapat malah syubhat yang melekat (jangan sampe!).

Ada satu hal yang perlu diketahui tentang pelaksanaan syari'at yang terdiri dari berbagai macam ibadah termasuk Shalawat kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam adalah,

"Bahwa Allah subhanahu wa ta'ala tidak butuh kepada segala bentuk ibadah kita TAPI... kitalah yang butuh kepada Dia"


Dan karena saya tidak tahu... wallahu'alamu.

Maranehna...


Sikap sebagian mereka terhadap orang Islam...

QS Ali 'Imran, 69-72.
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya. (69)
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah [202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya). (70)
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil [203], dan menyembunyikan kebenaran [204], padahal kamu mengetahuinya? (71)

Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). (72)...
[202]. Yakni: ayat-ayat Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam.
[203]. Yaitu: menutupi firman-firman Allah yang termaktub dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat mereka (Ahli Kitab) sendiri.
[204]. Maksudnya: kebenaran tentang kenabian Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam yang tersebut dalam Taurat & Injil. 

It's clear! 
It's sunnatullah... it's forever... []


 Baca Quran yuk!


Cari di Al Quran

 kata..
-atau-

Download Terjemahan Al Quran 30 Juz
(al_quran_v2.1.zip)

...siaranalhayat.com?

Sekilas...
  1. Akar "Ketidaksukaan" mereka...
  2. "Dialog" adalah cara awal, dengan harapan minimal mereka mendapat "pengakuan" walaupun cara yang mereka pakai cenderung "memaksa & dipaksa-paksakan".
  3. Karena tidak (akan pernah) puas... selanjutnya mereka memakai cara yang cenderung "menyerang" seperti yang ada di situs "Faith Freedom".
  4. Q2.120 atau bahkan Q3.118!

Tentang http://siaranalhayat.com/...
The Point:
Keselamatan Karena Anugerah

”Anda meletakkan pengharapanmu pada syariah! Tetapi engkau tidak pernah bisa melakukannya dengan sempurna. Engkau tidak berdoa lima kali sehari. Engkau tidak berpuasa secara konsisten selama bulan Ramadhan. Engkau mengkalkulasi pajak religiusnya dan sedekahmu untuk keuntunganmu sendiri. Dan bagaimana hubunganmu dengan isterimu, anak-anakmu dan para bawahanmu? Hukum yang olehnya engkau meletakkan keyakinanmu, akan menghakimi engkau. Karena syariah, maka tidak bisa ditawar-tawar lagi, engkau akan mendarat di neraka. Kami orang-orang Kristen tidaklah lebih baik dibandingkan kalian orang-orang Muslim! Namun demikian, kami “membangun pengharapan” kami bukan berdasarkan hukum, tetapi berdasarkan "anugerah Yesus Kristus”. Berdasarkan syariah, anak akan dihakimi, tetapi berdasarkan anugerah Yesus, kami akan diselamatkan!”
…itulah yang "diketahui” dan yang "diharapkan”nya.


Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran... (Q6.70)

Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (Q23.117)

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (Q15:2)


Lagi...

Saya hanya berpesan, ”Jangan sampai Anda yang sudah setiap saat menyeru ‘Tuhan... Tuhan...', tetapi Anda sendiri tidak selamat.” karena Anda telah salah dalam menentukan dan menilai "tuhan". Bahkan Isa Almasih (Nabi dan Rasul Isa alaihis salam) pun akan berlepas diri dari mereka yang "mempertuhankan" Beliau alaihis salam di Hari Penghakiman kelak.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di Sorga.” (Matius 7: 21)


Lebih lanjut tentang siaran-alhayat, klik di sini! (...jangan dibaca kalau nggak perlu-perlu amat!)